Home Berita Presiden Mendatang Harus Tingkatkan Sektor Perpajakan

Presiden Mendatang Harus Tingkatkan Sektor Perpajakan

 

Ekonom Universitas Indonesia Firmanzah menilai salah satu langkah presiden Indonesia selanjutnya yang harus diambil adalah meningkatkan pendapatan negara dari sektor perpajakan. Hal itu dikatakan  Firmanzah dalam acara "workshop" yang diadakan Sinarmas MSIG Life di Sentul, Bogor, Jumat. Selain itu menurut dia, presiden Indonesia selanjutnya harus meningkatkan pendapatan bukan pajak seperti bea cukai dan deviden Badan Usaha Milik Negara.  Dia juga menilai pemerintah daerah harus diberdayakan dalam pembangunan. Dia menjelaskan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara terbatas sehingga presiden mendatang harus menetapkan sektor mana saja yang harus didorong, apakah di sektor konstruksi, pertambangan atau manufaktur. Dia mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2015 dirumuskan pada masa Kabinet Indonesia Bersatu 2 dan ditetapkan oleh anggota DPR 2009-2014. Karena itu menurut dia, presiden terpilih nanti akan menggunakan kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2015 itu hingga ditetapkannya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2015 di percepat sekitar bulan April hingga Mei 2015 jika disetuji DPR. Menurut dia, pasca ditetapkannya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2015 ditetapkan maka presiden baru leluasa menjalankan programnya yaitu sekitar Mei 2015.Ant.26.04’14

Industri Padat Karya Juga Perlu Dikembangkan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta Jumat mengatakan industri padat karya yang dapat menyerap tenaga kerja juga perlu dikembangkan, agar pertumbuhan sektor investasi tidak hanya tergantung pada industri padat modal. Hatta mengakui saat ini ada peningkatan sektor investasi berbasis industri padat modal yang bermanfaat mendorong produktivitas, namun kondisi tersebut justru menurunkan realisasi penyerapan tenaga kerja Indonesia. Untuk itu, ia menambahkan, harus ada upaya untuk meningkatkan industri padat karya, dengan mendorong pengembangan investasi pada sektor hulu dan hilir industri agar dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang dibutuhkan. Ia mencontohkan industri hilirisasi yang dapat dimaksimalkan untuk menyerap tenaga kerja dan mendorong nilai tambah produksi adalah dalam bidang sumber daya alam terbarukan, seperti pertanian, kehutanan dan kelautan. Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Mahendra Siregar menyatakan investasi yang direalisasikan di Indonesia semakin bersifat padat modal dibandingkan investasi pada periode-periode sebelumnya. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal, jumlah tenaga kerja yang terserap pada periode triwulan I 2013 dilaporkan tercatat mencapai 361 ribu 924 orang. Sementara, realisasi investasi proyek penanaman modal pada triwulan I 2014 adalah sebesar 106,6 triliun rupiah atau terjadi peningkatan sebesar 14,6 persen bila dibanding capaian periode yang sama tahun 2013.Ant.26.04’14

SEOM Fokus Pada Integrasi Internal ASEAN

Pertemuan delegasi ASEAN dalam Senior Economics Official Meeting kedua menekankan pada pentingnya integrasi internal negara-negara anggota khususnya dalam menyongsong pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN pada akhir 2015. Hal itu dikatakan Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo seusai pelaksanaan Senior Economics Official Meeting kedua, di Solo, Jumat. Iman mengatakan, dalam perjalanan menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 tersebut ASEAN akan memastikan pencapaian dari berbagai tolok ukur yang harus dicapai tahun depan dengan tetap mengedepankan pilar ekonomi. Iman menjelaskan, dalam pertemuan yang berlangsung sejak 22 April hingga 25 April 2014 tersebut, juga dibahas segala sesuatu yang terkait dengan pelaksanaan ASEAN Summit yang akan berlangsung pada 11 Mei 2014 di Nay Pyi Taw, Myanmar, yang juga akan mendorong pencapaian untuk menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Menurut Iman, ada berbagai macam core measure yang akan dipresentasikan, akan tetapi yang perlu diingat adalah ASEAN harus benar-benar memastikan apa-apa saja yang menjadi kunci untuk mencapai Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Semua pihak juga sepakat bahwa 2015 bukan akhir dari segalanya karena integrasi di ASEAN merupakan sebuah proses, apa yang akan  dicapai di 2015 itu hanya merupakan pencapaian dari beberapa measure yang sudah disepakati sejak 2007. Ant.26.04’14

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990