19September2017

Home Berita Kementerian Agama Siapkan Gelang Pendeteksi Jamaah Haj

Kementerian Agama Siapkan Gelang Pendeteksi Jamaah Haj

Kementerian Agama tengah menyiapkan sistem pendeteksi keberadaan jamaah haji melalui gelang untuk meningkatkan keamanan dan mengantisipasi jamaah lansia yang tersasar.Hal itu dikatakan Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama Anggito Abimanyu di Padang, Kamis. Anggito mengatakan, sistem pendeteksi tersebut dirancang sendiri oleh Kementerian Agama dan rencananya akan digunakan pada musim haji 2014. Selain itu, untuk meningkatkan keamanan dan kenyaman, Kementerian Agama juga merancang sebuah ikat pinggang khusus yang memiliki kantong penyimpanan barang berharga, seperti telepon seluler dan uang. Jadi , kata Anggito, ikat pinggang itu sebagai tempat penyimpanan untuk menghindarkan pencurian. Anggito menambahkan, untuk sistem keamanan yang sudah ada, seperti sektor khusus dan kerjasama dengan pihak Masjidil Haram dan Masjid Nabawi akan ditingkatkan. Ia mengatakan, Sektor khusus itu lokasinya di belakang Masjidil Haram. Ada sekitar 25 orang disana untuk membantu jamaah dan melakukan perlindungan. Ant.25.04’14.

RI-Malaysi Targetkan Nilai Perdagangan 30 M USD pada 2015

Indonesia dan Malaysia telah sepakat untuk meningkatkan hubungan perdagangannya// Demikian disampaikan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato’ Seri Zahrain Mohammed Hashim seusai menghadiri acara Forum Diplomatik Kamis di Jakarta// Menurut Dato Seri, kedua negara menargetkan nilai perdagangan sebesar 30 milyar dolar Amerika Serikat pada tahun 2015//

‘Secara bilateral, para pemimpin kedua negara telah berdiskusi dan kami mencapai target perdagangan senilai 30 milyar dolar Amerika Serikat. Saat ini perdagangan Indonesia dan Malaysia baru mencapai 20 milyar dolar Amerika Serikat’


Duta Besar Dato Seri mengatakan produk utama impor Malaysia dari Indonesia yaitu batu bara, minyak dan gas serta beberapa produk pertanian.Sementara itu, perdagangan Malaysia lebih banyak didominasi produk elektronik dan jasa industri.Selain perdagangan, menurutnya Malaysia juga telah berinvestasi di Indonesia dalam berbagai sektor diantaranya perkebunan, minyak dan gas, jasa dan keuangan serta telekomunikasi. Nilai investasi Malaysia di Indonesia berkisar 7 hingga 8 milyar dolar Amerika Serikat. Sepsha

BPPT Peroleh Royalti Rp1,5 Miliar Dari Paten

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi  memperoleh royalti total 1,5 miliar rupiah dari dua paten para penelitinya yang telah digunakan oleh PT Inti dan PT Tiga Pilar Sejahtera. Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi  Marzan A Iskandar seusai "Customer Gathering BPPT 2014" di Jakarta, Kamis mengatakan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi  adalah lembaga riset pemerintah yang pertama memperoleh royalti dari hasil risetnya melalui BPPT Enjiniring . Ia mengatakan, selama ini Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi  sebagai lembaga pemerintah nonkementerian hanya boleh melakukan riset hingga menghasilkan prototipe, sedangkan proses produksi dan pemasaran dari hasil riset tersebut dilakukan sektor industri yang hasilnya dimasukkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak. Namun sejak ada Keputusan Menteri Keuangan nomor 158  tahun 2007 lembaga pemerintah dimungkinkan mengelola Penerimaan Negara Bukan Pajak  yang diperolehnya, misalnya untuk dimanfaatkan sebagai fasilitas riset. Dikatakan Marzan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi  hingga saat ini memiliki 156 paten, 10 hak cipta, sembilan hak merk, dan 18 desain industri, namun baru dua paten yang telah dilisensi oleh industri dan mendapatkan royalti, yakni mesin perisalah  atau notulensi otomatis dari bahasa lisan ke tulisan dan Biskuneo  atau biskuit yang mengandung nutrisi lengkap khusus untuk korban bencana. Menurut Kepala BPPT Enjiniring,  JB Satya Sananugraha, sampai saat ini jumlah mitra yang telah bekerja sama dengan BPPT Enjiniring sebanyak 117 mitra.Ant.25.04’14.

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990