Home Berita Tiga Pilar ASEAN Community 2015, Indonesia lebih Siap

Tiga Pilar ASEAN Community 2015, Indonesia lebih Siap

Pemerintah Indonesia secara umum telah siap menghadapi ASEAN Community atau Komunitas ASEAN 2015 yang mulai berlaku tahun depan bagi seluruh negara anggotanya. Dalam ASEAN Community 2015 itu terdapat tiga pilar utama yang akan menjadi fokus kerjasama negara anggota ASEAN yaitu pilar keamanan, ekonomi dan sosial budaya. Sekretaris Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI, Iwan Suyudhie Amri, kepada RRI World Service seusai mengisi acara Diplomatic Forum di Gedung RRI Jakarta Kamis (24/04) mengatakan dari tiga pilar ASEAN Community 2015, saat ini Indonesia telah mempersiapkan diri di tiga pilar tersebut terutama di pilar ekonomi yang telah mencapai angka 84 koma 4 persen jauh di atas rata-rata target ASEAN yaitu 79 koma 4 persen//

‘’(Untuk ekonomi misalnya, kita itu sudah 84 koma 4 persen, sementara rata-rata ASEAN itu 79 koma 4 persen. Jadi sebenarnya Indonesia kalau dari sisi scorecard ekonomi di atas rata-rata ASEAN, tetapi kalau di antara ASEAN-ASEAN sendiri, dibandingkan antar negara memang scorecard kita tidak terlalu tinggi, tetapi kita di atas rata-rata ASEAN. Mengapa demikian? Karena itu problem-problemnya banyak di soal ratifikasi)’’  

Lebih lanjut, Iwan Suyudhie Amri menjelaskan ada beberapa masalah yang sedang dihadapi oleh pemerintah Indonesia dalam menyongsong ASEAN Community 2015 antara lain masalah ratifikasi dari berbagai nota kesepahaman yang proses domestiknya di masing-masing negara anggota ASEAN berbeda-beda, ada yang melalui parlemen seperti di Indonesia dan ada juga yang tidak harus melalui parlemen. Selain itu, lanjut Iwan, masalah lain yang sedang dihadapi oleh pemerintah Indonesia dan merupakan masalah kunci dalam menyongsong ASEAN Community 2015 adalah bagaimana meningkatkan daya saing nasional khususnya dalam bidang konektifitas yaitu infrastruktur dan efisiensi birokrasi. Menurut Iwan, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia akan jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan negara anggota ASEAN lainnya dalam menyelesaikan masalah infrastruktur yang akan menghubungkan ribuan pulau di wilayah negara kesatuan Republik Indonesia// Sementara itu, dua pilar lain yang terus ditingkatkan pencapaiannya oleh pemerintah Indonesia dalam menyongsong ASEAN Community 2015 adalah pilar sosial budaya yang saat ini baru mencapai 80 persen dan pilar poltik keamanan di angka 20 persen. Lalu Viqran Shink Khan.

Realisasi Investasi di Indonesia Catat Rekor Tertinggi

Badan Koordinasi Penanaman Modal  mengumumkan, realisasi investasi proyek penanaman modal pada triwulan pertama  atau periode Januari hingga Maret  tahun 2014 mencapai 106,6 triliun rupiah. Angka ini merupakan peningkatan sebesar 14,6  persen bila dibandingkan dengan capaian periode yang sama pada tahun 2013 yang sebesar 93 triliun triliun.Hal itu dikatakan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal  Mahendra Siregar di kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal  Jakarta, Kamis. Menurut Mahendra,  realisasi investasi sebesar 106,6 triliun rupiah itu terdiri dari realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri  sebesar 34,6 triliun rupiah atau hampir mencapai 48 persen, serta realisasi investasi Penanaman Modal Asing  yang sebesar 72 triliun rupiah. Realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri  pada periode triwulan pertama tahun 2014 ini, jelas Mahendra, meningkat 25,9 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2013, yakni dari nilai realisasi investasi 27,5 triliun rupiah pada periode triwulan pertama tahun 2013 menjadi 34,6 triliun rupiah pada periode yang sama tahun 2014 ini. Adapun realisasi investasi Penanaman Modal Asing pada periode triwulan pertama tahun 2014 jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2013 juga meningkat sebesar 9,8 persen. Sekkab.25.04’14.

Pangan Dan Energi Jadi Isu Krusial

Menteri Pertanian Suswono mengatakan pangan dan energi akan menjadi isu yang krusial di masa depan karena terjadi peningkatan permintaan seiring bertambahnya populasi yang jauh melampaui pasokan. Menteri Pertanian Suswono mengatakan hal itu pada Seminar Nasional Kebijakan Pembangunan Pertanian Untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan dan Energi dalam Menyongsong Era Asia, yang digelar oleh Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta  di kampus Kentingan, Solo, Kamis. Ia mengatakan pada era perdagangan bebas, produk-produk pertanian akan menghadapi tantangan berat. Hal ini mengingat tingkat produktivitas dan mutu produk yang dihasilkan masih rendah dan beragam. Dikatakan, pada tahun 2015, ASEAN akan menjadi suatu wilayah yang terpadu secara penuh dengan ekonomi global. Karena itu ke depan perlu diupayakan untuk meningkatkan daya saing produk pertanian dengan tujuan pasar ekspor yang lebih luas. Menyinggung mengenai perkembangan luas panen padi di Indonesia pada periode 2004 hingga 2013, Suswono mengatakan cenderung mengalami peningkatan dengan rata-rata 1,89 persen per tahun yaitu dari 11,92 juta hektare pada tahun 2004 menjadi 13,48 juta hektare pada tahun 2013.//Ia mengatakan seiring dengan peningkatan luas panennya, produksi padi nasional pun meningkat sebesar 3,41 persen per tahun, yaitu dari 54,09 juta ton tahun 2004 menjadi 71,29 juta ton tahun 2013. Ant.25.04’14.

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990