Home Berita KPK Dorong Pemerintah Wajibkan LHKPN Bagi Legislatif

KPK Dorong Pemerintah Wajibkan LHKPN Bagi Legislatif

Komisi Pemberantasan Korupsi mengupayakan  pemerintah membuat regulasi untuk mewajibkan penyampaian laporan harta kekayaan penyelenggara negara –LHKPN bagi anggota legislatif. Seperti yang dikutip dari Antara, Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi  Dedi A Rachim di Yogyakarta, Rabu mengatakan, bukan hanya untuk eksekutif, laporan harta kekayaan penyelenggara negara  seharusnya wajib disampaikan  kalangan yudikatif dan legislative. Dedi menilai pelaporan LHKPN cukup strategis sebagai transparansi kepemilikan harta bagi kalangan legislatif.  Hal  tersebut  diharapkan dapat mengurangi potensi korupsi di kalangan wakil rakyat, meskipun tidak memiliki kaitan secara langsung. ant/24.4’14/mar

Pemerintah Turunkan Bea Keluar Mineral

Pemerintah akhirnya menyepakati opsi keringanan bea keluar ekspor mineral untuk perusahaan tambang.  Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro di Jakarta  Rabu 23 April  mengatakan, berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Mineral dan Batubara - Minerba, tarif bea keluar akan disesuaikan dengan progress pembangunan pabrik pemurnian mineral atau smelter. Menurut Bambang seperti yang dilaporkan Koran tempo,   penyesuaian tarif tersebut hanya diberikan bila jaminan kesungguhan pembangunan smelter sudah selesai.  Untuk pengawasan progress pembangunan smelter, pemerintah akan membentuk tim yang melibatkan lintas kementerian dan tenaga independen.  Ditambahkan,  selain insentif berupa penyesuaian tarif bea keluar, pemerintah akan memberikan tax allowance. Hal itu masih dibahas dan akan ditetapkan dalam peraturan pemerintah. kt/23.4’14

 Mondelez International Berdayakan Kopi Indonesia

Komoditas kopi di Indonesia diberdayakan perusahaan multinasional Mondelez International yang menginvestasikan sekitar 200 juta dolar Amerika  di beberapa negara melalui program Coffee Made Happy. Director Corporate Sustainibility Asia Pacific Mondelez International Simon Talbott dalam peluncuran program Coffee Made Happy di Jakarta, Kamis mengatakan, sebagai perusahaan kopi terbesar kedua di dunia, program tersebut  bertujuan untuk  meningkatkan kesejahteraan petani dan kebahagiaan konsumen. Sementara itu, Global Coffee Sustainibility Manager Mondelez International, Geraldine OGrady (Wnt) menjelaskan, program Coffee Made Happy adalah inisiatif global untuk membangun generasi petani selanjutnya antara lain dengan membangun kapasitas dan mengajak generasi muda terlibat di sektor pertanian mikro.  Melalui program tersebut  pihaknya  ingin membantu menemukan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi  para petani demi terciptanya pasokan berkelanjutan.  Ia menuturkan, dengan memberi dukungan kepada petani kopi Indonesia dari teknik pengolahan lahan dan pengendalian kualitas hingga pengembangan dan implementasi rencana bisnis diharapkan berkontribusi terhadap industri kopi Indonesia. ant/24.4’14

 

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990