Home Berita Presiden Resmi Buka Inacraft 2014

Presiden Resmi Buka Inacraft 2014

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi membuka Pameran Produk Kerajinan Tangan Indonesia, Jakarta International Handicraft Trade Fair Inacraft, Rabu, di Balai Sidang Jakarta. Acara pembukaan dihadiri Menteri Perekonomian Hatta Radjasa, Menteri Perdagangan M.Lutfi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan para Duta Besar dari negara sahabat. Pameran yang berlangsung selama lima hari hingga 27 april ini, bertemakan "from smart village to global market" dengan ikon Kharisma Jawa Tengah. Dalam pidato pembukaan, Presiden Yudhoyono menyampaikan bahwa industri kreatif Indonesia berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

“ Dari tahun ke tahun produk kerajinan tangan kita berkembang dengan pesat. Industri kreatif-pun juga  memberikan kontribusi yang makin besar dalam perekonomian nasional kita. Memang pasar di luar negeri penting.  Perkuatlah pasar kita yang ada di kawasan manapun dunia. Di mana saja bisa memasarkan, bisa menjual  produk handicraft kita. Perluas dan perkuat pasar itu. Tapi  ingat, diperlukan kualitas yang terjaga, diperlukan delivery sistem yang tepat, diperlukan pula produk ramah lingkungan”

Pada kesempatan tersebut, Presiden Yudhoyono juga mengingatkan agar para perajin tetap menjaga kualitas produknya dan memperhatikan aspek lingkungan, sehingga menghasilkan produk ramah lingkungan. Dikatakan, dalam perdagangan internasional ada hambatan non-tarif di mana barang yang tidak ramah lingkungan tidak dapat lolos dalam perdagangan internasional. Pameran Inacraft diikuti oleh 1600 perusahaan, menampilkan beragam produk kerajinan tangan seperti adi busana, aksesoris, peralatan rumah tangga, produk alas kaki, perhiasan dan lain-lain. Sepsha.23.04.2014

Koalisi Partai Politik Harus Untuk Kepentingan Pembangunan  Bangsa

Sejumlah  Partai politik saat ini masih menentukan koalisi untuk menetapkan calon presiden dan wakil presiden pada pemilihan presiden Juli 2014 mendatang. Menanggapi hal tersebut, Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsuddin Haris, saat dikonfirmasi RRI – VOI di Gedung  LIPI Jakarta, Selasa mengatakan, koalisi yang dilakukan partai politik harus mencerminkan kepentingan bangsa Indonesia ke depannya. Dikatakannya, koalisi tersebut diharapkan tidak hanya untuk kepentingan pembagian kekuasaan.

“Tentu sikap yang paling penting dikedepankan adalah mengutamakan kepentingan publik. Artinya koalisi itu berbasis pada kesamaan platform , kesamaan agenda untuk pembenahan  bangsa kita ke depan. Jangan semata – mata untuk kepentingan politik jangka pendek. Artinya jangan semata – mata untuk bagi – bagi kekuasaan, itu yang paling penting”

Selain itu, Syamsuddin Haris mengatakan, partai politik yang berkoalisi diharapkan mampu mengedepankan  kesamaan tujuan dalam rangka pembenahan permasalahan bangsa seperti masalah ekonomi, sosial, budaya,  hukum, politik dan lain sebagainya. Ahmad  Faisal.23.04.2014

Indonesia-Belanda Kerjasama Program Perikanan Dan Kelautan

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama dengan pemerintah Belanda telah meluncurkan program bidang perikanan dan kelautan. Sharif sebagaimana dikutip dalam siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Rabu mengatakan, program dengan nama "Project for Fisheries and Aquaculture for Food Security in Indonesia" ini rencananya akan berlangsung selama tiga tahun, dalam kurun waktu 2014-2016. Program ini dikelola oleh Center for Development and Innovation Wageningen University yang dirancang untuk mempromosikan produk perikanan untuk mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan di Indonesia. Program ini diharapkan akan meningkatkan ketersediaan, akses, dan pemanfaatan produk perikanan tertentu untuk pasar domestik, serta dapat meningkatkan kualitas dan standar penanganan ikan di pelabuhan perikanan lokal untuk mengurangi praktek-praktek yang tidak ramah lingkungan. Ant.23.04.2014

Moeldoko Anggap Netralitas TNI Terbukti Pada Pileg 2014

Panglima TNI, Jenderal Moeldoko, mengatakan, netralitas militer telah terbukti pada pemilihan umum legislatif yang lalu. Seperti dilaporkan Republika, Moeldoko di Jakarta, Rabu menjelaskan, TNI melakukan evaluasi mengenai kelemahan pada pengamanan pemilihan umum legislatif yang lalu. Ia menjelaskan, kelemahan itu akan diatasi pada pemilihan Presiden mendatang. Panglima menegaskan, TNI berkomitmen akan mengawal stabilitas nasional dengan sungguh-sungguh,  tidak ingin stabilitas terganggu. Rep.23.04.2014

RI Masih Kekurangan 191.400 Peneliti

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia –LIPI, Lukman Hakim, mengatakan, Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 240 juta jiwa masih membutuhkan sekitar 191.400 peneliti hingga tahun 2030. Lukman di Cibinong, Jawa Barat, Rabu.menambahkan, Indonesia perlu terobosan dari presiden mendatang untuk meningkatkan dunia riset dan ilmu pengetahuan. Berdasarkan standar Bank Dunia, perbandingan ideal jumlah peneliti dengan penduduk antara 4.000 hingga 5.000 peneliti per satu juta penduduk. Karena itu, jumlah peneliti Indonesia masih jauh dari apa yang distandarkan secara internasional. Menurut dia, peningkatan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta riset sangat dibutuhkan, mengingat perekonomian yang tumbuh saat ini masih berbasis konsumsi. Rep.23.04.2014

Bisnis Perbankan Dinilai Butuh Penegakan Hukum

Ekonom Universitas Stikubank Semarang, Alimuddin Rizal Rifai, di Semarang, Jawa tengah, Rabu mengatakan, penegakan hukum dibutuhkan dalam bisnis perbankan, apalagi jika tindak pidana pencucian uang dikhawatirkan dapat memicu terjadinya "rush", nasabah berbondong-bondong mengambil uang secara bersama di satu tempat dan bank tidak mampu menyediakannya. Oleh karena itu, jika masalah hukum baik pidana maupun perdata sudah masuk ke pihak lain di luar kewenangan bank, maka apapun keputusan terhadap kasus tersebut harus ditegakkan. Ia menyebutkan, fungsi utama perbankan selain sebagai agen pembangunan, juga merupakan lembaga yang dibangun berdasarkan kepercayaan masyarakat, baik yang memiliki dana maupun mereka yang membutuhkan dana. Rep.23.04.2014

Kemenperin Buka Pameran Indo Intertex-Inatex-Indo Dyechem 2014

Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian, Harjanto, membuka Pameran Indo Intertex-Inatex-Indo Dyechem 2014 di Jakarta International Expo Kemayoran, Rabu. Seperti dikutip dari Antara, Harjanto, mengatakan, globalisasi perdagangan dunia memberi warna pada perdagangan nasional, yang harus disikapi dengan cermat, terutama oleh dunia usaha nasional. Ia menambahkan, adanya perjanjian kerja sama perdagangan, baik bilateral, regional maupun multilateral atau dikenal dengan Free Trade Agreement menyebabkan produk-produk dari negara mitra kerja sama dapat lebih mudah keluar masuk. Harjanto berharap, pameran yang berlangsung 23 – 26 April ini dapat menjadi ajang temu bisnis antara pengusaha, eksportir dan seluruh stakeholder dalam rangka pengembangan industri Textil dan Produk Textil nasional. Ant.23.04.2014

Indonesia-Filipina Kerja sama Militer

Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko, dan Panglima Angkatan Bersenjata Filipina, Jenderal Emmanuel Bautista, memimpin sidang Philindo Mc Meeting di Jakarta, Rabu.  Indonesia dan Filipina sepakat mengembangkan kerja sama militer kedua negara pada berbagai aspek. Moeldoko kepada pers saat memberi keterangan bersama Bautista, menjelaskan, salah satu yang akan diintensifkan adalah kerja sama intelijen di antara TNI dan Angkatan Bersenjata Filipina, di antaranya tentang aktivitas separatis Filipina Selatan. Pada kunjungannya ke Jakarta saat ini, Bautista menganugerahkan medali penghargaan kepada para personel TNI yang terjun ke Filipina menanggulangi dampak bencana topan Haiyan. Ant.23.04.2014

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990