Home Berita Sultan HB X Minta Wartawan Tetap Jaga Kesehatan Jasmani Dan Rohani

Sultan HB X Minta Wartawan Tetap Jaga Kesehatan Jasmani Dan Rohani

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono Ke-sepuluh, mengharapkan, Pekan Olahraga Wartawan Daerah dapat meningkatkan profesionalisme wartawan yang sehat jasmani dan rohani. Antara melaporkan, Sultan saat pembukaan Pekan Olahraga Wartawan Daerah Ke-dua di Yogyakarta, Senin malam mengatakan, dengan jiwa yang sehat akan menyajikan informasi dan berita yang objektif, berimbang tanpa tendensi. Selain itu, dari wartawan yang sehat dapat melahirkan berita dan artikel yang hebat. Ia menambahkan, pekan olahraga ini merupakan ajang pemanduan dan pendidikan bagi wartawan untuk persiapan menuju Pekan Olahraga Wartawan Nasional. Selain itu, diharapkan mampu mengeratkan persahabatan antar wartawan. Ant.22.04.2014

Pemulihan Hubungan Diplomatik Indonesia Dan Australia Memasuki Babak Baru

Pemerintah Indonesia dan Australia berupaya kembali untuk memulihkan hubungan diplomatik yang sempat terganggu akibat adanya kasus penyadapan yang dilakukan oleh pemerintah negeri Kanguru itu. Pemulihan hubungan diplomatik antara kedua negara kini memasuki babak baru. Pemerintah Indonesia dan Australia telah memasuki langkah ke dua, yaitu membahas kode etik dan protokol yang menjadi landasan pemulihan hubungan kedua Negara. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa seusai membuka secara resmi Lokakarya Internasional mengenai Penyelundupan Manusia, Senin (21/04) di Gedung Pancasila Jakarta. Menurut Marty Natalegawa, pemerintah Indonesia akan mengidentifikasi beberapa komitmen bagi Australia untuk tidak mengulangi kembali apa yang telah mereka lakukan di masa lalu.

“Tentunya kita mengkaji seberapa jauh perkembangan yang telah dicapai dalam upaya pemulihan kembali hubungan bilateral kedua negara termasuk progres tentang yang dinamakan Code of Conduct antara kedua negara. Saya kira perkembangannya cukup baik, dalam beberapa hari ke depan terus akan ada konsultasi. Intinya adalah bagaimana antara Indonesia dan Australia bisa mengidentifikasi beberapa komitmen untuk tidak mengulang kembali apa yang terjadi di masa lalu”

Meskipun pemerintah Indonesia dan Australia telah sepakat untuk membahas Code of Conduct, namun Marty Natalegawa mengakui, belum mempunyai konsep kode etik tertulis yang telah dibuat. Menurut Marty, masih membutuhkan waktu untuk membuat konsep Code of Conduct agar menjadi sesuatu yang formal meskipun kedua negara memahami bahwa kode etik tersebut memang dibutuhkan. Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa telah melakukan beberapa kali pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop untuk membahas Code of Conduct, seperti pertemuan di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Nuklir di Den Haag-Belanda, pertemuan keamanan nuklir di Hiroshima-Jepang, serta pertemuan beberapa Menteri Luar Negeri di Meksiko City-Meksiko. Lalu Viqran Shink Khan.22.04.2014

Peta Dasar BIG Penting Untuk Keamanan Wilayah

Kepala Polisi RI, Jenderal Polisi Sutarman, mengatakan, keberadaan peta dasar yang diterbitkan oleh Badan Informasi Geospasial dalam aspek kepolisian sangat penting dalam mendukung tugas polisi menjaga keamanan wilayah dan ketertiban di masyarakat. Sutarman saat menghadiri Pekan Geospasial Nasional 2014 di Cibinong, Senin menjelaskan, peta batas wilayah antar daerah di Indonesia juga masih belum jelas, terutama batas wilayah dengan Singapura. Ia menambahkan, belum adanya perjanjian terkait batas wilayah antara dua negara tersebut menjadi ketegangan antara masyarakat kedua Negara. Terlebih saat ini Indonesia sedang mengembangkan wilayah perairan. Sehingga keberadaan peta dasar itu menjadi rujukan, selain Undang-Undang mengamanatkan seperti itu. Ant.22.04.2014

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990