Home Berita Jelang Pilpres, Ekonomi Nasional Hadapi Tiga Tantangan Krusial

Jelang Pilpres, Ekonomi Nasional Hadapi Tiga Tantangan Krusial

Pakar ekonomi  Firmanzah, di Jakarta  Senin  mengatakan,   dalam waktu 3 bulan ke depan  perekonomian nasional akan dihadapkan pada tiga tantangan sekaligus, yaitu terkait dengan kesiapan menjelang puasa dan hari raya Idul Fitri 1435 Hijriah.Selain itu masalah stabilitas politik, keamanan dan ketertiban jelang masa kampanye, pemungutan dan perhitungan suara Capres-Cawapres pada tanggal 9 Juli 2014, dan tantangan  terus melakukan penguatan fundamental perekonomian sebagai antisipasi ketidakpastian arah pemulihan perekonomian dunia. Ketiga tantangan tersebut perlu dikelola dengan baik di tengah konsentrasi dan energy nasional terfokus pada persiapan menunggu perhitungan hasil pemilihan legislatif oleh KPU dan persiapan jelang pemilihan Presiden dan WakilPresiden 2014-2019. Seperti yang dikutip dari Antara,  Firmazah mengingatkan, masa  tiga bulan ke depan adalah masa-masa krusial bagi perekonomian nasional.  Harus dipastikan  Indonesia mampu melewati tiga tantangan tersebut, sehingga menjadi fondasi kuat bagi pemerintahan lima tahun ke depan. ant/21.4’14/mar 

Sekjen PPP: Koalisi dan Dukungan Kepada Partai Lain Menunggu Mukernas

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat  Partai Persatuan Pembangunan –PPP, M Romahurmuziy di Jakarta  Minggu 20 April menegaskan, partainya belum resmi menyatakan dukungan atau berkoalisi. Meskipun, beberapa hari sebelumnya sempat muncul kata dukungan dari Ketua Umum DPP PPP, Romy mengatakan, arah dukungan dan koalisi  akan ditentukan dalam Musyawarah Kerja Nasional - Mukernas ke-III. Rencananya Mukernas akan diadakan pada 23-24 April mendatang di Bogor. Menurutnya, salah satu agenda dalam Mukernas  tersebut tentang arah koalisi dan dukungan PPP. ant/21.4’14/mar

Denpasar Diharap Pelopori Pembangunan Subak Abadi

Pemerintah Kota Denpasar diharapkan menjadi pelopor pembangunan dan menetapkan kawasan subak abadi di Provinsi Bali, untuk menjaga kesinambungan lahan pertanian dan lahan terbuka hijau di ibu kota di Pulau Dewata. Ketua Pusat Penelitian Subak Universitas Udayana  I Wayan Windia di Denpasar, Senin mengatakan,  Pemerintah Kota Denpasar hingga kini masih memiliki sejumlah kawasan subak yang lestari, antara lain subak Anganbaya di Desa Penatih, Kecamatan Denpasar Timur, dan subak lainnya. I Wayan  mengharapkan Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra segera menetapkan adanya kawasan subak abadi yang mampu memberikan banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat kota. Selain memberikan dampak ekonomi dan udara yang segar, subak abadi itu mempunyai kaitan yang erat dengan kota Denpasar yang kini menyandang predikat sebagai kota pusaka, sekaligus anggota tetap The Organizational of World Haritage City yang melibatkan 250 kota di dunia. ant/21.4’14

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990