14.00 - 15.00 GMT + 7

Buletin Indonesia

Untitled Document


 

Share/Save/Bookmark

Tari Likok Pulo

Monday, 20 February 2012 10:42 Ike Ambarwati/folda
PrintPDF
alt

Provinsi Aceh memiliki 13 suku asli, yaitu: Aceh, Gayo, Aneuk Jamee, Singkil, Alas, Tamiang, Kluet, Devayan, Sigulai,Pakpak, Haloban,Lekon dan Nias, salah satu suku tersebut memiliki seni dan budaya yang menarik untuk disaksikan, antara lain tarian Likok Pulo.

 

Tarian khas suku Aceh ini merupakan media dakwah ajaran Islam, sekaligus hiburan rakyat. Tarian ini diadakan sesudah menanam padi atau sesudah panen padi, sehingga pertunjukan tarian ini baru dimulai pada malam hari dan baru selesai menjelang subuh

 

Nama tarian ini diambil dari bahasa aceh, yakni Likok dan Pulo. Likok berarti gerak tari, sedang Pulo berarti Pulau. Arti pulau disini mengacu pada Pulau Besar Selatan. Pulau tersebut merupakan tempat asal mula tarian Likok Pulo.

 

Pulo besar selatan berada dalam wilayah gugusan Pulo Aceh di Kabupaten Aceh Besar, sekitar 30 mil dari daratan kota Banda Aceh, ibukota provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Tarian ini lahir sekitar tahun 1849,dan diciptakan oleh seorang ulama tua berasal dari Arab yang hanyut di laut dan terdampar di gugusan pulau Aceh tersebut.

 

Awalnya tarian ini dipertunjukan di tepi pantai. Para penari menari di atas pasir yang hanya diberi alas sehelai tikar daun lontar atau pandan. Tarian yang merupakan media pengembangan dakwah Islam di masa kesultanan Aceh ini dibawakan oleh 12 orang penari pria sambil duduk rapat berlutut, bahu membahu, dengan posisi sejajar.

 

Seorang penari utama yang disebut "cèh" berada di tengah-tengah pemain. Dua orang penabuh rapa'i berada di belakang atau sisi kiri dan kanan penari. Gerakan tari Likok Pulo hanya memfungsikan anggota tubuh bagian atas, yakni badan, tangan, dan kepala. Gerakan tari ini pada prinsipnya adalah gerakan olah tubuh, keterampilan, keseragaman atau kesetaraan.

 

Dalam pertunjukannya, para penari menari sambil melantunkan syair-syair pujian kepada Sang Pencipta. Mereka menari dengan iringan alat musik Rapa'i. Rapa'i atau rebana adalah salah satu alat musik tabuh khas Aceh. Likok Pulo telah menjadi tarian wajib dalam mata pelajaran murid-murid sekolah di kota Banda Aceh ini.

 

Aceh juga memiliki tarian lain yang menarik, antara lain tari Seudati dan tari Saman. Jadi bila anda tertarik untuk menyaksikan tarian tersebut dan kebudayaan lainnya termasuk objek wisata Aceh, silahkan datang ke provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.Theo-ike4(20/2/12)pi

 

 

 

VOI Twitter Updates

voi indonesia
 
voi indonesia Voice of Indonesia. English program starts on 15.00 wib. Listen @ http://t.co/iDvUdrvv. fb voiceofindonesia
About 7 hours ago
voi indonesia
 
voi indonesia Voice of indonesia on bahasa indonesia 9-15.00 wib on http://t.co/iDvUdrvv voi
About 10 hours ago
voi indonesia
 
voi indonesia Logo HUT Kemerdekaan RI tahun 2012 http://t.co/n5C7K2M5
Wednesday, 16 May 2012 08:15

My Friends:

sapri yadi oktofano djafri lusi capriny duma riris silalahi Mikha Tambayong Novita Agustina Raisa Andriana FENDY YOHAN Muhamad Chaerul Adha WALHI
Follow voiindonesia on Twitter

Tentang Kami

Beriklan Bersama Kamai

Peraturan Penggunaan

Privacy and Cookies

copyright

Share/Save/Bookmark