
Desa adat Penglipuran sudah ada sejak 700 tahun yang lalu , yaitu sejak zaman kerajaan Bangli. Pendudukdesa-desa Penglipuran berasal dari daerah Bayung Gede di Kintamani . Penduduk desa ini mampu mempertahankan tradisi berumur ratusan tahun dan hidup berdampingan dengan gemerlap dunia modern.
Nama Penglipuran sendiri berasal dari kata Pengeling Pura yang berarti tempat suci untuk mengingat leluhur. Ada juga yang mengatakan bahwa penglipuran juga berasal dari kata penglipur yang artinya penghibur, karena sejak jaman kerajaan, tempat ini adalah salah satu tempat yang bagus untuk peristirahatan.
Segala pengembangan fisik desa dan pengembangan budayanya masih mengacu pada tanah leluhur yang masih ada di Bayung. Bahkan untuk berbagai upacara adat tertentu masih harus memohon restu ke tanah leluhur tersebut.
Rumah setiap keluarga dalam setiap kaveling hampir seragam semuanya. Berada dalam pekarangan dan dibatasi oleh pagar tembok serta memiliki gerbang khas bali sebagai pintu masuk. Setiap pekarangan mempunyai beberapa bangunan berupa ruangan tidur, ruangan tamu, dapur, balai-balai, lumbung dan tempat sembahyang dalam rumah.
Antara satu pekarangan dengan pekarangan lainnya terdapat jalan sempit yang menghubungkan keduanya. Bangunan berarsitektur tradisional dengan material tiang dari kayu dan atap yang khas berupa sirap bambu.
Keunikan dari desa adat penglipuran adalah corak pintu gerbangnya yang semuanya sama dan disebut angkul-angkul, serta tembok pekarangan yang dibuat dari tanah liat dengan bentuk dan warna seragam.
Penampilan fisik desa adat juga sangat khas dan indah. Jalan utama desa adat berupa jalan sempit yang lurus dan bertangga-tangga. Potensi pariwisata yang dimiliki oleh desa adat Penglipuran adalah adatnya yang unik serta tingginya frekwensi upacara adat dan keagamaan.
Selain itu, areal pemukiman serta jalan utama desa adat penglipuran adalah areal bebas kendaraan terutama roda empat. Keadaan ini memberikan kesan nyaman bagi para wisatawawan yang datang. Desa adat Penglipuran berpenduduk kurang lebih 743 orang, sebagian besar mereka hidup dari bertani dan hanya sebagian kecil sebagai pegawai negeri.
Tetapi sekarang banyak yang beralih ke usaha industry kecil dan kerajinan rumah tangga, dengan memanfaatkan bambu sebagai bahan bakunya. Desa adat Penglipuran tepatnya berada di Kelurahan Kubu kabupaten Bangli, kurang lebih 45 Km dari Kota Denpasar.
Apabila ditempuh dengan kendaraan bermotor kurang lebih satu jam perjalanan. Setiba anda di desa adat Penglipuran anda akan disambut hangat oleh warga desa Penglipuran. Di desa adat Penglipuran juga disediakan pemandu yang ramah, profesional dan tidak merokok.
Udara di desa adat Penglipuran tergolong dingin, karena terletak di ketinggian 700 m di atas permukaan laut. Keasrian desa adat Penglipuran dapat dirasakan ketika anda memasuki kawasan pradesa.edn-ike(18/2/12)pi
![]()