
Tantangan dan Peluang Kabinet Baru............. Reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu dua telah bergulir. Jumlah 34 menteri tetap dipertahankan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun jumlah wakil menteri yang mencapai 19, menimbulkan pro-kontra baik dari jumlahnya maupun aturan pengangkatannya. Pro-kontra, dalam negara demokrasi sah- sah saja. Toh pada akhirnya mereshufle kabinet adalah hak prerogatif presiden. Artinya, semua polemik tentang seputar reshuffle siapa yang keluar dan masuk dalam kabinet telah terjawab sudah oleh Presiden Yudhoyono. Kita mestinya memberikan dukungan dan menyambut positif hasil reshuffle yang memang sudah menjadi hak prerogatif presiden. Dalam pemilihan menteri ataupun wakil menteri adalah hak sepenuhnya seorang presiden dan berdasarkan Undang Undang. Dan siapapun mereka yang duduk dalam kursi kabinet, yang terpenting mereka dapat berkeja dengan baik, dan membawa perubahan bagi bangsa dan negara, khususnya meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Sekarang publik tinggal mengontrol dan mengawal, bagaimana kinerja Kabinet formasi baru itu dapat berjalan secara efektif dan efisien atau tidak. Apalagi tugas berat sudah didepan mata yaitu bahaya ancaman krisis dunia. Oleh karena itu para menteri terpilih kita harapkan langsung bekerja, guna menggapai tujuan yang telah ditetapkan presiden. Para menteri harus cepat merespon segala permasalahan baik dalam negeri maupun luar negeri. Mengingat situasi ekonomi dunia juga masih belum pasti terkait dengan krisis. Kabinet hasil reshuffle harus mampu menjawab tantangan krisis ekonomi dunia yang kini tengah menjalar ke berbagai negara. Apabila pemerintah tidak waspada, krisis ekonomi dunia dikhawatirkan akan memicu permasalahan stabilitas politik dan ekonomi.
Maka dari itu, sekali lagi kita berharap perombakan kabinet yang dijalankan Presiden Yudhoyono merupakan jawaban mengantisipasi kondisi ekonomi dan politik ke depan. Jangan sampai reshuffle hanya bagi-bagi kekuasaan, menjelang pemilu 2014, maupun memenuhi desakan publik selama ini. Energi bangsa ini akan lebih baik digunakan kembali membangun bangsa dari pada ribut soal kekuasaan. Karena masih banyak pekerjaan rumah untuk membangun bangsa ini, seperti pemberantasan korupsi, pembangunan infrastruktur, dan penguatan ekonomi bangsa. Sekali lagi diharapkan para menteri dan para wakilnya bekerja sekuat tenaga disisa masa Kabinet Indonesia Bersatu dua demi kemajuan bangsa dan negara untuk dapat bersaing serta sejajar dengan negara negara lain baik ditingkat regional maupun global.
![]()