
Pemerintah Indonesia dan China sepakat memantapkan proses alih teknologi serangkaian produksi bersama peluru kendali C-705. Juru bicara Kementerian Pertahanan Brigadir jenderal TNI Hartind Asrin di Jakarta Senin mengatakan, proses alih teknologi menjadi syarat utama dalam setiap pembelian alat utama sistem senjata dari mancanegara, termasuk peluru kendali dari China. Selain itu, Indonesia juga telah menjajaki kerja sama produksi bersama rudal tersebut sebagai produk nasional. Menurut Hartind Asrin rangkaian proses alih teknologi itu antara lain ditandai dengan kunjungan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro ke China Precision Machinery Import-Export Corporation -CPMEIC yang menjadi pemegang proyek pengerjaan rudal C-705 yang akan dibeli Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut disertai proses alih teknologi. Sebelumnya, kedua pemerintah telah menandatangani nota kesepahaman kerja sama teknis pertahanan kedua negara. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Kepala Badan Pengembangan Teknologi dan industri nasional pertahanan China, Chen Qiufa. ant/21.2'12
DPR Dukung Polri Berantas Premanisme
Dewan Perwakilan Rakyat -DPR mengapresiasi penangkapan John Kei, tersangka pembunuhan bos PT Sanex Steel Indonesia Tan Harry Tantono . DPR mendukung kepolisian terus bergerak untuk memberantas tindakan premanisme di kalangan masyarakat. Siapapun yang menunjukan dan melakukan tindakan premanisme harus ditindak. Piminan DPR Priyo Budi Santoso di Gedung DPR, Senin mengatakan, Kepolisian, sudah memiliki prosedur tetap dalam menindak semua tindak premanisme dan harus menjadi garda terdepan dalam menciptakah rasa aman di masyarakat. Sementara itu, Pimpinan DPR dari Partai Amanat Nasional Taufik Kurniawan meminta kasus John Kei diusut tuntas serta jangan sampai ada pemaksaan kehendak untuk mengungkap kasus ini. Gerakan premanisme jelas melanggar hukum, dan siapapun yang terlibat harus diusut tuntas. Mi/21.2'12
Pemerintah Indonesia Harapkan OKI Bantu Suriah
Pemerintah Indonesia menilai Organisasi Kerja Sama Islam -OKI dapat lebih memainkan perannya untuk menangani berbagai masalah di dunia, termasuk penyelesaian konflik Suriah. Komisi Hak Asasi Manusia OKI dapat menjadi bagian dari solusi, apalagi Suriah tidak menunjukkan tanda perbaikan. Hal itu dikatakan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di Kantor Presiden di Jakarta, Senin. Menurut Marty, Indonesia telah mengirimkan surat kepada Kazakhstan, sebagai Ketua OKI, agar OKI memainkan peran untuk mengatasi masalah Suriah. Lebih lanjut Marty juga mengemukakan pandangannya agar Komisi Hak Asasi Manusia OKI dapat memiliki komitmen untuk terus mendorong perlindungan Hak Asasi Manusia di kawasan. Ant/21.2'12
![]()